Saya ambil dari teman saya rinduku.wordpress.com
Hari ini saya mendapat kabar dari sahabat saya kabar bahagia namun sungguh menjadi tidak bisa masup ke akal pikiran saya sekali ini ”De, gue mau menikah tanggal 25 Oktober, acaranya di Bogor De, datang yah, wajib loh” … mungkin saya tidak tercengang jika kabar itu saya dapat bukan dari Rika [sahabat metropolitan saya] yang baru saja enam bulan hatinya berdarah darah, yang masih segar bak daging prime di carefour bagaimana saya harus ikut menjadi perempuan bodoh yang harus menjalani ritual patah hati
Iya, baru enam bulan yang lalu sahabat saya ini putus cinta dari pacar seribu malamnya … dan masih teringat lekat dalam ingatan saya bagaimana saya harus membangunkannya dari keterpurukan diujung kamar, menemaninya menjalani ritual patah hati yaitu menangis dua hari dua malam, meratap, melamun, menangisi sang jejaka yang tak punya perasaan menghempaskan layar yang terkembang, jejaka yang kepergiannya membuat dunia jadi gelap, membuat semua bunga dihalaman tidak lagi berwarna merah kuning dan daun tak lagi hijau, iya semua menjadi hitam dan dunia menjadi pekat
Dan gedubrak bahwa hari ini Rika mengabarkan akan menikah dengan jejaka lain, dengan pangeran berkuda yang membawa sepatunya yang tertinggal dimalam pesta [cinderella ya De] … bukan kabar menikahnya yang membuat saya kesetrum tapi secepat itukah sahabat saya mengobati semua luka luka yang ditorehkan pangeran yang lama, sebegitu cepatnya semua sayatan berdarah itu mengering, semudah itukah hati berpaling.. ah tak sampai logika saya mencerna atau memang saya terlalu dodol untuk mengerti
“De, cinta itu masalah perasaan jadi kita yang mengatur, kaya SAKLAR itu loh De, kita yang pencet kapan tombol ON akan kita pencet dan kapan tombol OFF akan kita tekan” ah semudah itu sebentuk hati berubah, sulit untuk saya untuk mengerti … sumpah, sulit banget
Saya jadi teringat lagu yang biasa saya nyanyikan “… aku tak mudah untuk mencintai, aku tak mudah mengaku ku cinta, aku tak mudah mengatakan aku jatuh cinta. Senandungku hanya untuk cinta, tirakatku hanya untuk cinta, tiada dusta, sumpah ku cinta sampai ku menutup mata … cintaku sampai ku menutup mata … “
Kini, haruskah saya menekan tombol OFF atas lagu yang biasa saya nyanyikan? atau cinta akan selamanya menjadi parasit dihati saya … sumpah sulit bagi saya untuk mengerti
![]()
Komentar saya :
Saya rasa terlalu rendahlah kita menilai Perempuan ini : “perempuan bodoh yang harus menjalani ritual patah hati”…. Hati tidak bisa di nilai dari Perbuatan SESEORANG….
Hati bukan TOMBOL ON dan OFF, sekedar Sharing pernah di Tahun 2003 saya pacaran, dan 2004 kita berkomitmen Putus, saya pernah Bilang sama dia:
Me : De enak yah kalo di umur kita 25 kita kawin dan umur 26 kita sudah Punya anak…
My X: “MMmmm Maksudnya?”
Me : MMmmm coba bayangkan umur 26 kita sudah punya anak, dan Insya Allah umur ketika kita berumur 50 anak kita sudah berusia sama dengan kita sekarang…. DIA sudah bisa membawa dirinya kepada yang baik, dia sudah mandiri, Yahhh…. Itulah harapanku sebenarnya….”
My X : (terdiam)
Nah tahun ini dia baru menginjak umur 24 dan dia sekarang Telah menjadi istri orang lain…..
OK sekedar sharing, saya lempar buat kita terserah mau ditanggapi seperti apa!!!
SALAM…
sisikecilduniamaya@wordpress.com
& Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar





*menitikan airmata*
hati saya bukan pualam … sahabat saya bilang cinta kadang seperti berhala yang disembah selain ALLAH, dan saya mulai takut mengenalnya.
makasih yah sudah menulis khusus diblog artis ini
saya saya suka dengan weajah ayu mu